Citra Amanda

...alchemitory...

karena...

malam itu, aku teringat... dengan jarak satu meter aku terus menatapnya. ya, hanya sebuah foto. aku merasakan sesuatu yang berbeda, setelah hari itu. dia, dan segala sikapnya, mengisi detikku. tawanya, dan senyum itu, memberikan rasa yang tak ternilai bagiku. Aku mencintainya.
ingin rasanya aku mengatakan, tak mau kehilangan. ingin rasanya aku berteriak, aku nyaman bersamanya. tapi, aku takut. aku takut jika saat itu akan datang, dan aku terus berharap tidak. segala tingkahnya yang bisa membuatku tersenyum, membuatku ingin sekali merasakannya, sekali lagi, saat ini.
tidak ada lagi kata yang bisa aku ucapkan, aku terlalu bahagia. Aku terlelap dalam keasyikan ku menatapnya. saat waktu itu datang, aku akan terus menatapnya, sampai waktupun tidak bisa mencegahku. aku kangen. bagaimana rasa ini bisa aku tahan, bagaimana perasaan ini dapat terhenti?. aku tak tahu. Aku terbawa kembali oleh kisah lama, dimana waktu mempertemukanku dengannya dengan cara yang kurang biasa. Apakah ini pertanda? tak ada firasat. tak ada getir hati yang melandaku. aku mencoba terus mengenalnya, ya terus. dimana waktu mengosongkanku dari rasa ini, dan tiba-tiba saja, rasa yang lain masuk. rasa yang belum pernah aku rasakan, rasa yang aneh. kenapa pikiranku melayang, terbang bebas bersama keinginan.
menghitung hari memang pekerjaan yang paling kubenci. terasa lama. aku protes, mengapa tidak detik ini saja? hatiku bergemuruh. ia menggenggam tanganku, seakan akan ada yang hilang. tidak, aku tidak mau. aku terus menikmatinya, aku tidak mau ini berakhir. aku sangat nyaman. ia mengerti aku, mungkin belum semua tentang diriku, karena terkadang aku juga tidak mengerti. aku mungkin berharap, hanya dia. hanya dia. apakah sabar itu cobaan? aku mulai dewasa untuk menyikapinya, aku mulai terbiasa dengan keadaan yang menjadikanku dewasa. alunan lagu yang membawaku kembali pada saat itu, dan tetes air. air mata, yang seharusnya tidak jatuh ini, tapi... bisakah? aku butuh dia..
mungkin tembok ini menertawakanku, atau mungkin ikut merasakan.
dan saat ini, karena saat ini, aku mengerti.

0 comments:

Posting Komentar